Competition of Maritime Education and Training 2026 (Comet 7.0) Meriah, Satukan Inovasi dan Kompetisi Maritim dari Seluruh Indonesia


SURABAYA – Semangat inovasi dan kompetisi di bidang kemaritiman kembali bergema dalam gelaran Competition of Maritime Education and Training (COMET) 2026 yang diselenggarakan pada 22–24 Mei 2026 di lingkungan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) serta kawasan Danau Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Kegiatan yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Design and Construction (HIMADEC) PPNS ini berhasil menarik partisipasi mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengusung kompetisi berbasis teknologi dan inovasi perkapalan, COMET 2026 mempertandingkan empat kategori utama, yakni Boat Race Competition (BRC) Engine, Boat Race Competition (BRC) Electric Mahasiswa, Boat Race Competition (BRC) Electric Pelajar, dan Design Boat Innovations (DBI).

Gambar 1. Pembukaan Comet 7.0 oleh Ketua Jurusan Teknik Bangunan Kapal PPNS (Priyambodo Nur Ardi Nugroho, S.T., M.T., Ph.D.)

Selama tiga hari pelaksanaan, arena lomba dipenuhi antusiasme peserta, pendamping, serta pengunjung yang ingin menyaksikan secara langsung kemampuan para generasi muda dalam merancang dan mengoperasikan kapal mini hasil inovasi mereka. Perlombaan berlangsung meriah, kompetitif, namun tetap tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.

Tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan kapal, COMET 2026 juga menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan riset, desain, dan pengembangan teknologi maritim yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama dan sekolah menengah dari berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap dunia kemaritiman.

Sebanyak 30 perguruan tinggi turut ambil bagian dalam kategori mahasiswa, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Kalimantan, Institut Teknologi Sumatera, hingga Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya sebagai tuan rumah. Sementara kategori pelajar diikuti oleh delapan sekolah menengah atas dan kejuruan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Pamekasan, Pasuruan, Malang, Jombang, dan Surakarta.

Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa COMET tidak hanya bertujuan menghasilkan juara, tetapi juga membangun jejaring, kreativitas, dan semangat kolaborasi antar peserta dalam bidang teknologi maritim. Melalui kompetisi ini, peserta didorong untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan industri perkapalan dan kemaritiman nasional.

Kesuksesan penyelenggaraan COMET 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Program Studi D3 dan D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal PPNS serta sejumlah sponsor, yaitu LSP Perkapalan Nusantara, PT Samudera Sinar Abadi, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Bakmie 22, Suzuki Marine, PT Angkasa Mulya Teknik, PT Fiberboat Indonesia (SEANOCS), PT Nusantara Salvage Indonesia (NUSALINDO), dan Spectrum Kenjeran Digital Printing.

Gambar 2. Penyerahan Hadiah oleh Wakil Direktur Bidang SDM, Sarana, dan Prasarana PPNS (Annas Singgih Setiyoko, S.T., M.T.)
Pada kategori Boat Race Competition (BRC) Engine, tim Cakalang 7 dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa yang konsisten sepanjang perlombaan. Posisi kedua diraih oleh Barunastra ITS dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, sementara Maheswari Udadi dari Universitas Sebelas Maret menempati posisi ketiga.

Persaingan tidak kalah sengit terjadi pada kategori Boat Race Competition (BRC) Electric Mahasiswa. Tim Senopati Hydroteam dari Universitas Negeri Semarang berhasil meraih gelar juara pertama, disusul Cakalang 9 dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya di posisi kedua, dan Vanguard 5.0 dari Universitas Negeri Surabaya sebagai juara ketiga.

Sementara itu, dominasi ditunjukkan oleh peserta dari SMA Negeri Mojoagung pada kategori Boat Race Competition (BRC) Electric Pelajar. Tim Arowana 999+ berhasil menjadi juara pertama, diikuti Arowana 00 sebagai juara kedua. Adapun posisi ketiga diraih oleh tim Technosant dari SMA AN-NUR Bululawang.

Pada kategori Design Boat Innovations (DBI) yang menitikberatkan pada kemampuan desain dan inovasi kapal, tim Nawasena ITS dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh Ekalawya 2 dari Universitas Diponegoro, sedangkan juara ketiga diraih oleh Arkana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penghargaan Best Presentation diberikan kepada tim Ekalawya 4 dari Universitas Diponegoro atas kemampuan presentasi dan penyampaian ide yang dinilai paling baik oleh dewan juri.

Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan Best Design kepada tim Doa Ibu dari SMK Teknik PAL Surabaya untuk kategori pelajar dan Cakalang 5 dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya untuk kategori mahasiswa.

Keseruan COMET 2026 semakin lengkap dengan penyelenggaraan Fun Race, yang menghadirkan suasana kompetisi lebih santai namun tetap menarik. Pada kategori BRC Engine, tim Pandawa 2 dari Universitas Indonesia berhasil menjadi pemenang. Untuk kategori BRC Electric Pelajar, gelar juara diraih oleh El-Simea 7 dari MAN 1 Surakarta. Sedangkan pada kategori BRC Electric Mahasiswa, tim Lembuswana 2 dari Universitas Diponegoro sukses menjadi yang terbaik.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, COMET 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang kompetisi maritim bergengsi yang mampu mempertemukan talenta-talenta muda dari seluruh Indonesia. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir inovator dan insan maritim masa depan yang siap berkontribusi dalam pengembangan industri perkapalan dan kemaritiman nasional.